BUDAYA DAN JARINGAN KOMUNIKASI ORGANISASI DI ERA REFORMASI BIROKRASI

Dede Mahmudah

Abstract

Kritik dari masyarakat yang menuntut terjadinya perubahan dalam kinerja birokrasi pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang berdiri sejak tahun 2004 lalu, mulai melakukan proses RB. Secara kelembagaan, Kemkominfo melalui sejarah yang panjang. Berdasarkan sejarahnya tersebut, Kemkominfo telah melalui berbagai perubahan nama, visi dan misi, serta tugas pokok dari berbagai kelembagaan yang mengawali berdirinya Kemkominfo, yang disebabkan oleh pergantian kekuasaan mulai dari orde baru, awal reformasi, hingga kabinet pemerintahan yang berkuasa saat ini. Hal tersebut  memberikan pengaruh terhadap budaya birokrasi yang dianut para pegawainya. Banyak perubahan yang  harus dilakukan untuk merubah tataran sistem budaya kerja, dan pola pikir para pegawainya sehingga dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadi semakin efektif dan professional. Pelaksanaan RB yang disertai dengan pengawasan dan evaluasi, menjadi semakin penting untuk dilaksanakan di lingkungan Kemkominfo. Selain itu perekrutan pegawai baru telah dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilakukan secara online dan hasilnya langsung dapat dilihat setelah test selesai dilakukan. Proses lelang untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama juga dilakukan sebagai bentuk transparansi jenjang promosi jabatan. Kesejahteraan untuk pegawai juga terus ditingkatkan dengan adanya peningkatan tunjangan kinerja serta wacana untuk melakukan perubahan sistem penggajian pegawai. Pemahaman mengenai komunikasi organisasi juga harus diperhatikan, sehingga peran masing-masing anggota organisasi dalam jaringan komunikasi di dalam organisasi tersebut dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Sehingga tujuan dari Reformasi Birokrasi dapat dicapai bersama-sama oleh seluruh anggota organisasi.



Refbacks

  • There are currently no refbacks.