PRAKTIK REPRESENTASI AKTOR DAN AKSI SOSIAL DALAM ISU POLITIK

Karman Karman

Abstract

Tulisan ini akan menggambarkan representasi aktor sosial dan aksi sosial dalam isu politik di Indonesia tahun 2019. Kajian ini menggunakan teknik analisis yang diperkenalkan oleh Theo Van Leeuwen dalam konteks bahasa Indonesia. Model Leeuwen dapat dibagi dua: praktik eksekusi dan praktik inklusi aktor/aksi sosial dalam teks. Kajian ini menemukan keterbatasan dari model analisis yang diperkenalkan Leeuwen. Pertama, model ini lahir dalam konteks bahasa Inggris. Implikasinya adalah ada kaidah-kaidah gramatikal yang berbeda ketika digunakan untuk menganalisis teks dalam bahas lain. Fleksi tidak ada di dalam bahasa Indonesia, ia ada antara lain dalam bahasa Inggris, bahasa Arab. Kedua, kekayaan ragam bahasa dalam ekspresi bahasa konotatif. teknik analisis yang diperkenalkan Leeuwen tidak memiliki cukup kemampuan untuk melakukan identifikasi dalam teks yang memiliki kekayaan ekspresi konotatif. Bahasa Indonesia memiliki ekspresi konotasi yang kaya, yaitu penggunaan majas- majas (metafora, personifikasi, litotes, dsb.). Ekspresi konotasi ini melekat pada budaya. Penelitian dalam bidang wacana perlu melakukan kontekstualisasi metode analisis Leeuwen dalam bahasa Indonesia.



Refbacks

  • There are currently no refbacks.