Merawat Tradisi Lokal sebagai Strategi Pengurangan Risiko Bencana di Dusun Brau, Jawa Timur (Preserving Local Traditions as a Strategy for Disaster Risk Reduction in Brau Village, East Java)

Megasari N Fatanti, Dyan Rahmiati, Ika Rizki Yustisia

Abstract

Manajemen kebencanaan di Indonesia sejauh ini masih dominan memanfaatkan analisis saintifik dan meminggirkan pengetahuan lokal. Melalui perspektif komunikasi ritual, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara warga Dusun Brau membangun pengetahuan tentang bencana dengan memanfaatkan pengetahuan serta tradisi lokal mereka. Untuk mendapatkan potret tradisi lokal masyarakat Dusun Brau dalam mengurangi risiko bencana, metode studi kasus dipilih dengan pengumpulan data berupa observasi partisipan dan wawancara. Temuan penelitian dibagi ke dalam empat bagian. Pertama, masyarakat Dusun Brau mengetahui dan menyadari bahwa mereka tinggal di daerah yang rawan bencana sehingga ada kesepakatan tidak tertulis di antara mereka untuk selalu menjaga keseimbangan alam dengan cara menentukan vegetasi tanaman apa yang boleh dan tidak boleh ditanam di lahan miring mereka. Kedua, secara rutin setiap tanggal 12 di bulan Rajab diadakan acara bersih desa dan selamatan di makam Buyut Sarpin. Ketiga, masyarakat juga rutin menggelar ritual cok bakal sebelum masa tanam supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik. Keempat, masyarakat Dusun Brau rutin menggelar pengajian tahlil setiap malam Jumat sebagai bentuk komunikasi tradisional antarwarga. Masyarakat dusun Brau juga memiliki solidaritas dan kesetiakawanan yang cukup kuat, yang tercermin dari perasaan senasib sepenanggungan jika terjadi bencana.


Keywords


bencana hidrometereologi, kelembagaan sosial, mitigasi bencana, pengetahuan lokal, pengurangan risiko bencana


References

Antweiler, Christoph. “Local Knowledge and Local Knowing. An Anthropological Analysis of Contested Cultural Products in the Context of Development.” Anthropos Institut 93, no.4 (Juni 1998): 469-494.

Arunotai, Narumon., Supin, Wongbusarakum., Derek, Elias. Bridging The Gap between The Rights and Needs of Indigenous Communities and The Management of Protected Areas: Case Studies from Thailand; Surin Islands National Marine Park and the Moken, Tarutao National Marine Park and the Urak Lawoi. Bangkok, Thailand: UNESCO, 2007.

Asteria, Donna. “Optimalisasi Komunikasi Bencana di Media Massa sebagai Pendukung Manajemen Bencana.” Jurnal Komunikasi 1 (Juni 2016): 1-11.

Ben, Wisner., Gaillard, JC. “An Introduction to Neglected Disasters. ” JAMBA: Journal of Disaster Risk Studies 2, no. 3 (April 2009): 151-158.

Berkes, Fikret, Johan Colding, and Carl Folke. "Rediscovery of Traditional Ecological Knowledge as Adaptive Management." Ecological applications 10, no. 5 (2000): 1251-1262.

Bhandari, Roshan Bhakta, Norio Okada, and J. David Knottnerus. “Urban Ritual Events and Coping with Disaster Risk a Case Study of Lalitpur, Nepal.” Journal of Applied Social Science 5, no. 2 (September 2011): 13–32. doi:10.1177/193672441100500202.

Blaikie, Piers. Vulnerability and Disaster dalam V. Desai and R. Potter (Editor). The Companion and to Development Studies. London: Arnold. 2002.

Boven, Karin, and Jun Morohashi. Best Practices Using Indigenous Knowledge. The Hague: Nuffic, 2002.

Carey, James W. Communication as Culture, Revised Edition: Essays On Media and Society. Routledge, 2008.

Chamsah, Bachtiar. “Kebijakan Penanggulangan Bencana di Indonesia”. Makalah Seminar Nasional Manajemen Bencana, Universitas Tarumanagara, 26 Juli 2007.

Couldry, Nick. Media Rituals: Beyond Functionalism, dalam Media Anthropoloy. Diedit oleh Eric W. Rothenbuhler dan Mihai Coman, 2005.

Dissanayake, Wimal. "The production of Asian Theories of Communication: Contexts And Challenges." Asian Journal of Communication 19, no. 4 (2009): 453-468.

Fathiyah, K.N., Harahap, F. “Penerapan Metode Bercerita dan Bermain untuk Kesiapan Psikologis Menghadapi Bencana Alam pada Anak TK.” Laporan Penelitian. Yogyakarta: BK FIP UNY. 1996. Tidak diterbitkan.

Hadi, Hadirman. "Tradisi Katoba Sebagai Media Komunikasi Tradisional Dalam Masyarakat Muna (Perspektif Komunikasi Ritual)." Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik 20, no. 1 (2016).

Harjanto, Rudy, and Deddy Mulyana. "Komunikasi Getok Tular Pengantar Popularitas Merek." Mediator: Jurnal Komunikasi 9, no. 2 (2008): 233-242.

Hiryanto., Fathiyah, K. N. “Identifikasi Kearifan Lokal dalam Memahami Tanda-Tanda Bencana Alam pada Insan Usia Lanjut di Daerah Istimewa Yogyakarta.” Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial 37, no.1 (2013): 453-462.

Hoffman, Susanna M., and Oliver Smith. "Catastrophe and Culturethe Anthropology of Disaster." In School of American Research Advanced Seminar Series, no. 303.485 C3. 2002.

Humaedi, M. Alie. “Penanganan Bencana Berbasis Perspektif Hubungan Antar Agama dan Kearifan Lokal.” Analisa Journal of Social Science and Religion 22, no. 2 (2015): 213-226.

Istiyanto, B. "Penggunaan Media Komunikasi Tradisional sebagai Upaya Pengurangan Jatuhnya Korban Akibat Bencana Alam." Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. 2 (2013): 25-37.

Jigyasu, Rohit. "Reducing Disaster Vulnerability through Local Knowledge and Capacity: The Case of Earthquake Prone Rural Communities in India and Nepal." PhD diss., Norwegian University of Science and Technology, 2002.

Kolibri. “Kearifan Lokal sebagai Upaya PRB yang Efektif”, Diakses pada 20 September.

Kusumasari, Bevaola, and Quamrul Alam. "Bridging The Gaps: The Role of Local Government Capability And The Management of A Natural Disaster in Bantul, Indonesia." Natural hazards 60, no. 2 (2012): 761-779.

Laksono, PM. “Persepsi Setempat dan Nasional Mengenai Bencana Alam: Sebuah Desa di Gunung Merapi” dalam Peranan Kebudayaan Tradisional Indonesia dalam Modernisasi, hal. 189-214 diedit oleh M.R. Dove. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1985.

Langill, Steve. "Indigenous Knowledge: A Resource Kit for Sustainable Development Researchers in Dryland Africa." 1999.

Lestari, Puji, Sari Bahagiarti Kusumayudha, and Eko Teguh Paripurna. "Environmental Communication Model for Disaster Mitigation of Mount Sinabung Eruption Karo Regency of North Sumatra." Information an International Interdisciplinary Journal 19, no. 9 (B) (2016): 4265-4270.

Lestari, Puji., Prabowo, Agung., Wibawa, Arif. “Manajemen Komunikasi Bencana Merapi 2010 pada saat Tanggap Darurat.” Jurnal Ilmu Komunikasi 10, no. 2 (2012):173-197.

Maarif, Syamsul. Pikiran dan Gagasan: Penanggulangan Bencana di Indonesia. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2006.

Maskrey, Andrew. Disaster Mitigation: A Community Based Approach. Oxfam International, 1989.

National Research Council. Facing Hazards and Disasters: Understanding Human Dimensions. National Academies Press, 2006.

Nazaruddin, Muzayyin. "Jurnalisme Bencana Di Indonesia, Setelah Sepuluh Tahun." Jurnal Komunikasi 10, no. 1 (2015).

Nygren, Anja. "Local Knowledge in The Environment–Development Discourse: From Dichotomies to Situated Knowledges." Critique of Anthropology 19, no. 3 (1999): 267-288.

Oliver-Smith, Anthony. "Anthropological Research on Hazards and Disasters." Annual Review of Anthropology 25, no. 1 (1996): 303-328.

Oliver-Smith, Anthony., Hoffman, S.M. The Angry Earth and Catastrophe and Culture: The Anthropology of Disaster. New York: Routledge, 2001.

Pareek, Aparna, and P. C. Trivedi. "Cultural Values and Indigenous Knowledge of Climate Change and Disaster Prediction in Rajasthan, India." Indian Journal of Traditional Knowledge 10, no. 1 (Februari 2011): 183-189.

Puspito, Edi. “Model Komunikasi Risiko Kesiapan Masyarakat Menghadapi Bencana Gunung Api.” Disertasi, Bogor: Institut Pertanian Bogor, 2014.

Radford, Gary. On the Philosophy of Communication. Wadsworth: Belmont, 2005.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Sekretariat Negara. Jakarta.

Rossi, Ino. Community Reconstruction after An Earthequake: Dialectical Sociology in Action. Westport, CT: Praeger, 1993.

Rothenbuhler, Eric W, dan Mihai Coman. “The Promise of Media Anthropology”. Dalam Media Anthropology, edited by Eric W. Rothenbuhler dan Mihai Coman, SAGE Publications, Thousand Oaks, 2005.

Rothenbuhler, Eric W. Ritual Communication: From Everyday Conversation to Mediated Ceremony, SAGE Publications, Thousand Oaks, 1998.

Ruben, Brent David., Stewart, Lea P. Komunikasi dan Perilaku Manusia. Diterjemahkan oleh Ibnu Hamad. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013.

Rudianto. “Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana.” Jurnal Simbolika 1, no. 1 (April 2015): 51-61.

Singh, David. The Wave that Eats People: The Value of Indigenous Knowledge for Disaster Risk Reduction. Geneva: United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNISDR), 2011.

Susmayadi, I. Made, Hidehiko Kanagae, Wignyo Adiyoso, and Emi Dwi Suryanti. "Sustainable Disaster Risk Reduction through Effective Risk Communication Media in Parangtritis Tourism Area, Yogyakarta." Procedia Environmental Sciences 20 (2013): 684-692.

Syadzili, A. Fawa’id (ed.). Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat Dalam Perspektif Islam. Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRM NU), 2007.

Takari, Fadlin, Alwi. Nandong Smong: Nyanyian Warisan Sarana Penyelamatan Diri dari Bencana Tsunami dalam Budaya Suku Simeulue di Desa Suka Maju, Kajian Musikal, Tekstual, Fungsional, dan Kearifan Lokal. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara, 2017.

Tyler, Kimberly A. "The Impact of Support Received and Support Provision on Changes in Perceived Social Support among Older Adults." The International Journal of Aging and Human Development 62, no. 1 (2006): 21-38.

UNISDR (UN International Strategy for Disaster Reduction). Terminology on Disaster Risk Reduction. Geneva: UNISDR, 2009.

Wardyaningrum, Damayanti. “Perubahan Komunikasi Masyarakat dalam Inovasi Mitigasi Bencana di Wilayah Rawan Bencana Di Wilayah Rawan Bencana Gunung Merapi.” Jurnal ASPIKOM-Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. 3 (Juli 2014): 179-197.

Wijaya, P.K., Laturrakhmi, Y.F., Wahid, A. “Komunikasi Ritual dalam Tradisi Larung Sesaji”. Skripsi, Universitas Brawijaya, 2013.

Zamzami, Lucky. "Kearifan Budaya Lokal Masyarakat Maritim Untuk Upaya Mitigasi Bencana di Sumatera Barat." Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 16, no. 1 (2014): 37-48.

Sumber lain:

Peta Digitasi Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (2013). HMJ Geografi Volcano. Malang: Universitas Negeri Malang.




DOI: http://dx.doi.org/10.33164/iptekkom.21.1.2019.75-91

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Publisehd by BPSDMP KOMINFO YOGYAKARTA

Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pengkajian Komunikasi dan Informatika Yogyakarta

Jl. Imogiri Barat No. 4 Km. 5, Sewon, Kab. Bantul, DI. Yogyakarta. Indonesia

ph/fax. +62 274 - 375253

Powered by OJS