Kekerasan Berbasis Gender Online di Masa Pandemi: Eksploitasi Seks Daring Pada Remaja di Kota Manado

Main Article Content

Christiany Juditha, MA

Abstract

Prostitusi daring remaja semakin marak. KPAI menyebutkan angka pekerja anak yang dimanfaatkan dalam kegiatan prostitusi (offline/online) tahun 2020 di berbagai kota termasuk di Kota Manado sangat memprihatinkan. Eksploitasi seks daring adalah bagian dari kekerasan berbasis gender online yang selama pandemi jumlahnya meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang eksploitasi seks daring pada remaja di Kota Manado di masa pandemi. Metode penelitian adalah studi kasus. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan oleh remaja untuk tujuan perdagangan jasa seks banyak ditemukan. Informasi yang disampaikan pada akun pelaku yaitu tarif, syarat penggunaan jasa, ciri diri, nomor ponsel dan testimoni. MiChat merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan. Pada fitur ‘nearby’, ditemukan banyaknya akun yang menyediakan jasa seks. Akun-akun ini dikelola oleh mucikari dan juga pekerja seks. Remaja usia 14--18 tahun baik sebagai pekerja maupun mucikari menjadi pasar potensial bagi industri seks dengan cara diperdagangkan maupun memperdagangkan diri sendiri. Mereka kebanyakan dieksploitasi oleh pacar sendiri melalui aplikasi MiChat dengan alasan ekonomi. Pemprov Sulawesi Utara telah mengeluarkan surat edaran untuk pembatasan penggunaan gadget bagi para pelajar namun sisi lain pandemi justru membuat pelajar menggunakan gadget setiap hari. Penanganan lainnya adalah melakukan rehabilitasi dan pembinaan bagi korban, serta literasi.

Dimensions

Article Details

How to Cite
Juditha, MA, C. (2022). Kekerasan Berbasis Gender Online di Masa Pandemi: Eksploitasi Seks Daring Pada Remaja di Kota Manado. Jurnal Pekommas, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.30818/jpkm.2022.2070101
Section
Komunikasi

References

Alfons, M. (2020). Ironi ABG Manado Jadi Korban Prostitusi di Tengah Pandemi. Detik.Com. https://news.detik.com/berita/d-5005191/ironi-abg-manado-jadi-korban-prostitusi-di-tengah-pandemi

Alubaidah, M. tetra. (2021). Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Kumparan. https://kumparan.com/mohammadtetraalubaidah/kekerasan-berbasis-gender-online-kbgo-1v16FRfXjzk/full%0A

Baker, D. (2016). Online sex slaves: The Internet’ s powerful role in sex trafficking. http://commons.emich.edu/honors/464

Castells, M. (2002). The Internet and the Network Society. In B. Wellmann & C. Haythornhwaite (Eds.) The Internet in Everyday Life. Blackwell Publishing Ltd.

Eddyono, S. ., Hendra, R., & Budiman, A. . (2017). Melawan Praktik Prostitusi Anak di Indonesia dan Tantangannya. In Paper: Institute for Criminal Justice Reform.

Erwin. (2011). Eksploitasi Seks Komersial Anak Di Indonesia. OMNAS PESKA-ECPAT.

Farley, M., Franzblau, K., & Kennedy, M. A. (2014). Online Prostitution and Trafficking. 1039–1094. http://www.albanylawreview.org/Articles/Vol77_3/77.3.1039 Farley Franzblau Kennedy.pdf

Hidayat, R. (2015). Kajian Bentuk- Bentuk Eksploitasi Seks Komersial Anak Di Lingkungan Wisata Provinsi Sulawesi Utara. Sosiohumaniora, 17(3), 237. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v17i3.8342

Jatmiko, M. I., Muh. Syukron, & Mekarsari, Y. (2020). Covid-19, Harassment and Social Media: A Study of Gender-Based Violence Facilitated by Technology During the Pandemic. The Journal of Society and Media, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/10.26740/jsm.v4n2.p319-347

Juditha, C. (2021). The Communication Network of Online Prostitution in Twitter. Jurnal ASPIKOM, 6(1), 13. https://doi.org/10.24329/aspikom.v6i1.826

Kamsah. (2021). Geliat Prostitusi Online di Tengah Pandemi Covid-19 Meningkat. Makassar.Terkini.Id. https://makassar.terkini.id/geliat-prostitusi-online-di-tengah-pandemi-covid-19-meningkat/%0A

Kavanagh, E., & Brown, L. (2020). Towards a research agenda for examining online gender-based violence against women academics. Journal of Further and Higher Education, 22(10), 1379–1387. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/0309877X.2019.1688267

Khairunisa, I. (2020). Mengenal Bentuk-bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Unpad.Ac.Id. https://ketik.unpad.ac.id/posts/981/mengenal-bentuk-bentuk-kekerasan-berbasis-gender-online-kbgo%0A%0A

Koalisi Nasional Penghapusan Eksploitasi Seksual Komersial Anak. (2008). Eksploitasi Seksual Komersial Anak di Indonesia. Restu Printing Indonesia.

Kominfo. (2017). Survey Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Serta Implikasinya terhadap Aspek Sosial Budaya Masyarakat.

KPAI. (2020). KPAI: Sisi Lain Modus Prostitusi Anak, Dipacari Lalu Dijual. https://www.kpai.go.id/publikasi/kpai-sisi-lain-modus-prostitusi-anak-dipacari-lalu-dijual%0A

Kunze, E. (2010). Sex Trafficking Via the Internet: How International Agreements Address the Problem and Fail to Go Far Enough. The Journal of High Technology Law, 10(2), 241.

Levy, P. (2010). New Media Teori dan Aplikasi, Jakarta: Erlangga.

Loupatty, A. (2020). Tawarkan Jasa Prostitusi Online, 9 Muncikari dan 5 PSK Ditangkap Polisi. Sulut.Inews.Id.

Lundin, R., Armocida, B., Sdao, P., Pisanu, S., Mariani, I., Veltri, A., & Lazzerini, M. (2020). Gender-based violence during the COVID-19 pandemic response in Italy. Journal of Global Health, 10(2), 020359. https://doi.org/10.7189/jogh.10.020359

Mamosey, W. E. (2020). Strategi PSK Dalam Menggunakan Media Sosial Di Kota Manado. 13(1), 1–17.

Merriam, S. B., & Tisdel, E. J. (2015). Qualitative research: A guide to design and implementation. Jossey-Bass.

Moleong. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung.

Prasetyadi, K. O. (2019). Menyibak Prostitusi Daring di Manado. Kompas. https://interaktif.kompas.id/baca/prostitusi-daring/

Regar, G. (2020). Musim Covid-19, Tarif Prostitusi Daring di Manado Lebih Banyak dari Bansos, Ini Daftar Pelakunya. Manadopost.Jawapos.Com. https://manadopost.jawapos.com/berita-utama/28/05/2020/musim-covid-19-tarif-prostitusi-daring-di-manado-lebih-banyak-dari-bansos-ini-daftar-pelakunya/

SAFEnet. (2019). Memahami dan Menyikapi Kekerasan Berbasis Gender Online: Sebuah Panduan. 2, 20. https://id.safenet.or.id/wp-content/uploads/2019/11/Panduan-KBGO-v2.pdf

Sanders, T., Campbell, R., Cunningham, S., Pitcher, J., & Scoular, J. (2018). The Point of Counting : Mapping the Internet Based Sex Industry. 7(5), 233–241. https://doi.org/10.11648/j.ss.20180705.15

Santy Pranawati, Irwanto, Soekandar, A., & Matindas, R. W. (2020). Kerentanan Remaja Perempuan Korban Eksploitasi Seksual Komersial Di Bandung. Sosio Konsepsia, 9(2), 198–212. https://doi.org/10.33007/ska.v9i2.1868

Sebayang, R. (2020). Di Tengah Pandemi, Penggunaan Teknologi Meningkat Pesat. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200723190647-37-175009/di-tengah-pandemi-penggunaan-teknologi-meningkat-pesat%0A

Soediono, B. (2014). Info Datin Kemenkes RI Kondisi Pencapaian Program Kesehatan Anak Indonesia. Journal of Chemical Information and Modeling, 53, 160.

Sugiono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (MixedMethods). Alfabeta.

Sutrisno, H. (2012). Metode Research, Jilid I. Andi.

Tooi, I. (2015). Sejarah Perdagangaan Perempuan Di Kota Manado Tahun 1998 - 2012.

Wells, M., & Mitchell, K. J. (2007). Youth sexual exploitation on the internet: DSM-IV diagnoses and gender differences in co-occurring mental health issues. Child and Adolescent Social Work Journal, 24(3), 235–260. https://doi.org/10.1007/s10560-007-0083-z

Wuisan, D. (2020). Remaja Diperdaya, Praktik Prostitusi Online di Sulut Kian Memprihatinkan. Sindo Manado. https://sindomanado.com/2020/05/04/remaja-diperdaya-praktik-prostitusi-online-di-sulut-kian-memprihatinkan/

Yin, R. K. (2015). Studi Kasus: Desain dan Metode. Rajawali Pers.