PEACE JOURNALISM IN NEWS TOLIKARA RELIGION CONFLICT IN TEMPO.CO - JURNALISME DAMAI DALAM BERITA KONFLIK AGAMA TOLIKARA DI TEMPO.CO

Christiany Juditha

Abstract

Conflicts that lead to violence between religious groups occurred in Tolikara, Papua in 2015. These events coincided during the celebration of Eid al-Fitr. Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) UGM reported at the beginning of these events occur, the news appeared in the media in part still needs to be verified. Some are within the limitations of the information precisely to provoke further towards inter-religious conflict. Though the mass media should still need to implement the peace journalism in reporting. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation of the peace journalism in the news about religious conflict of Tolikara in Tempo.co. This study uses a quantitative content analysis. The results showed that most of the news published in Tempo.co orientation leads to peace. The majority of news highlights the root of the problem, as well as featuring many wise leaders outside the circle of conflict. Tempo.co are less likely to show the perpetrators of conflict, and the description of the conflict as a mirror losses for peace. Even for the source or the people who were directly involved in the conflict did not exist (community orientation). Opinion on the orientation of the truth is not found. While the orientation of the completion of the solutions offered relatively more.

  Keywords: Journalism peaceful, news, religious conflicts led, online media.


Konflik yang mengarah pada kekerasan antar umat beragama terjadi di Kabupaten Tolikara, Papua pada 2015. Peristiwa ini bertepatan saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.  Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) UGM melaporkan di awal peristiwa ini terjadi, berita-berita yang muncul di media massa sebagian masih perlu diverifikasi. Sebagian lagi dalam keterbatasan informasi justru melakukan provokasi lebih jauh terhadap konflik antar agama. Padahal semestinya media massa tetap harus menerapkan jurnalisme damai dalam pemberitaannya. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penerapan jurnalisme damai dalam berita tentang konflik agama Tolikara di Tempo.co. Penelitian ini  menggunakan metode analisis isi  kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar berita yang dimuat di Tempo.co  mengarah pada orientasi perdamaian. Mayoritas berita menonjolkan  akar masalah, serta banyak menampilkan tokoh bijak di luar lingkaran konflik. Tempo.co cenderung kurang menampilkan pelaku konflik, serta gambaran kerugian konflik sebagai cermin untuk perdamaian. Bahkan untuk sumber atau orang-orang yang terlibat langsung dalam konflik sama sekali tidak ada (orientasi masyarakat). Opini pada orientasi kebenaran juga tidak ditemukan. Sedangkan orientasi penyelesaian solusi yang ditawarkan relatif lebih banyak.

Kata kunci:  Jurnalisme damai, berita, konfik agama, media online



References

AJI. Jurnalisme Damai adalah Kebutuhan Semua. http://ajidenpasar.or.id/index.php/baca-berita/102/Jurnalisme-Damai-Adalah-Kebutuhan-Semua.html (diakses 11 Juli 2016).

Ali, Muhammad. Jurnalisme Damai, Suatu Keniscayaan. http://www.suaramerdeka.com/harian/0502/14/opi4.htm (diakses 1 Juli 2016).

Anto dkk, Jurnalisme Tidak Ramah Gender. KIPPAS, Medan. 2002.

Bui, Nhung. “War/Peace Journalism Approach In Vietnamese Online Media Coverage Of South China Sea Dispute An analysis of Mediated Vietnamese Public Diplomacy Messages.” Thesis Orebro University School of Humanities, Education and Social Sciences. 2012.

Cottle, Simon. Mediatized Conflict. New York: Open University Press. 2006.

CRCS. Tolikara, Idul Fitri 2015: Tentang Konflik Agama, Mayoritas-Minoritas dan Perjuangan Tanah Damai. http://crcs.ugm.ac.id/news/3511/tolikara-idul-fitri-2015-tentang-konflik-agama-mayoritas-minoritas-dan-perjuangan-tanah-damai.html. 2015. (diakses 11 Juni 2016).

Dharmasaputra, Karaniya. “Jurnalisme Online: Asal Seru dan Saru? Dalam Era Media Online, New Media Antara Kemerdekaan Berekspresi dan Etika.” Jurnal Dewan Pers Edisi No. 4, Januari 2011.

Eriyanto. Analisis Framing: Konstruksi Idiologi, Dan Politik Media.Yogyakarta: LkiS. 2002.

Ersoy, Metin. “Peace Journalism in North Cyprus.” Report Research By Eastern Mediterranean University Faculty of Communication and Media Studies. 2006.

Frey, Lawrence R., Carl H. Botan, Paul G. Friedman, Gary L. Kreps. Investigating Communication: An Introduction to

Gaban, Farid. Meretas Jurnalisme Damai di Aceh. Jakarta: KIPPAS Yayasan Obor Indonesia, 2007.

Galtung, Johan. “Cultural Violence”. Journal of Peace Research, Volume 27, Issue 3, Aug. 1999.

Juditha, Christiany. (2013). “Akurasi Berita dalam Jurnalisme Online (Kasus Dugaan Korupsi Mahkamah Konstitusi di Portal Berita Detiknews).” Jurnal Pekommas, Vol. 16 No. 3, Desember 2013:145-154.

Kerlinger. Asas–Asas Penelitian Behaviour. Edisi 3, Cetakan 7. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press. 2006.

Kovach, Bill & Tom Rosentiel. Sembilan Elemen Jurnalisme. Jakarta: Yayasan Pantau. 2006.

Krippendorff, Klauss. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. London: Sage Publication. 2004.

Krippendorff, Klaus. Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 1993.

Kristianto, Agustinus Edy dan Zen, A. Patra M. Panduan Bantuan Hukum di Indonesia. Jakarta: YLBHI dan PSHK. 2009.

Lee, Philip and Dafne Sabanes Plou (eds), More or Less Equal: How Digital Platforms Can Help Advance Communication Rights. 2014.

McLuhan, Marshall. Understanding Media; The Extension of Man. London: The MIT Press. 1999.

Mc.Quail, Denis. Mass Communication Theory. London: Sage Publications. 2004.

Mondry. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia, 2008.

Rahardjo, M. Dawam. Masyarakat Madani: Agama, Kelas Menengah, dan Perubahan Sosial. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia. 2005.

Rosalina, Indah Fajar. “Jurnalisme Damai Media Online Dalam Kasus Lurah Susan.” Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. 2014

Rusmulyadi. “Framing Media Islam Online atas Konflik Keagamaan di Indonesia.” Jurnal Komunikasi Islam, ISBN 2088-6314 Volume 03, Nomor 01, Juni 2013.

Setiati, Eni. Ragam Jurnalistik Baru dalam Pemberitaan Strategi Wartawan Menghadapi Tugas Jurnalistik. Yogyakarta: CV. Andi Offset. 2005.

Siahaan, Hotman dkk. Pers yang Gamang Studi Pemberitaan Jajak Pendapat Timor-Timur. Jakarta: Institut Studi Arus Informasi. 2001.

Sihaloho, Markus Junianto. TB Hasanuddin: Konflik Atas Nama Agama Terus Meningkat.

Sirait, Hasundungan. Jurnalisme Sadar Konflik: Meliput Konflik dengan Perspektif Damai. Jakarta: Aliansi Jurnalis Independen. 2007.

Sudibyo, Agus. Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: LKis. 2006.

. Yogyakarta : P_Media. 2006. Toit, Brian M.du. Ethnicity in Modern Africa. Colorado: Westview Press. 2000




DOI: http://dx.doi.org/10.33299/jpkop.20.2.642

Refbacks

  • There are currently no refbacks.