DUKUNGAN SOSIAL WARGANET DI TWITTER TERHADAP GAYA KOMUNIKASI PASANGAN CALON PRESIDEN PADA DEBAT PEMILU 2019

Christiany Juditha

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan pesta demokrasi adalah partisipasi masyarakat dalam mendukung pasangan calon (paslon) presiden yang akan bertarung, juga dalam setiap tahapan Pemilu termasuk debat yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum. Debat putaran pertama yang disiarkan langsung melalui televisi sifatnya hanya satu arah sehingga tanggapan/opini masyarakat tidak tersalurkan.  Mereka pun berpindah ke media sosial untuk mengkritisi gaya komunikasi paslon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran  tentang  dukungan sosial warganet di Twitter terhadap gaya komunikasi paslon presiden pada debat Pemilu 2019 putaran pertama. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan Twitter memiliki agenda setting yang dibentuk oleh warganet berdasarkan hasil debat. Hal ini berdampak kuat dalam menetapkan agenda publik, terutama bagi agen politik. Kedua pendukung paslon juga sadar penggunaan slogan dan tagar dalam setiap postingan di linimasa memudahkan untuk penyampaian visi misi paslon menjadi trending topic yang dapat mendulang suara terhadap paslon tertentu. Ada warganet yang berusaha menggambarkan gaya komunikasi kedua paslon dengan netral, namun lebih banyak yang menggambarkan paslon yang tidak mereka dukung dengan kalimat-kalimat yang provokatif, dan juga humoris (menertawakan). Secara umum  dukungan sosial warganet melalui linimasa Twitter untuk masing-masing paslon relatif berimbang. Bahkan kedua kubu terkesan sangat militan dengan pilihan masing-masing dan terlibat secara emosional.


Keywords


dukungan sosial, warganet, Twitter, gaya komunikasi, debat.


References

APJII. (2018). Protret Zaman Now Pengguna dan Perilaku Internet Indonesia.Bulletin APJII 23 - April 2018.

Ahmadian, S., Azarshahi, S., & Paulhus, D. L. (2017). Explaining Donald Trump via communication style: Grandiosity, informality, and dynamism. Personality and Individual Differences, 107(March), 49–53. https://doi.org/10.1016/j.paid.2016.11.018.

Anderson, B. (2017). Tweeter-in-Chief: A Content Analysis of President Trump’s Tweeting Habits. 36-Elon Journal of Undergraduate Research in Communications, 8(2), 36–47.

Ausserhofer, J., & Maireder, A. (2013). National Politics On Twitter: Structures and topics of a networked public sphere. Information Communication and Society, 16(3), 291–314. https://doi.org/10.1080/1369118X.2012.756050.

Block, E., & Negrine, R. (2017). The populist communication style: Toward a critical framework. International Journal of Communication, 11(1), 178–197. https://doi.org/1932–8036/20170005.

Bos, L., & Brants, K. (2014). Populist rhetoric in politics and media: A longitudinal study of the Netherlands. European Journal of Communication, 29(6), 703–719.

Carbone, L. (2019). Narratives about Immigration in Italy. Politics as Mediatized Performance.

Casero-Ripollés, A., Sintes-Olivella, M., & Franch, P. (2017). The Populist Political Communication Style in Action: Podemos’s Issues and Functions on Twitter During the 2016 Spanish General Election. American Behavioral Scientist, 61(9), 986–1001. https://doi.org/10.1177/0002764217707624.

Chadwick, A. (2013). The hybrid media system: Politics and power. Oxford, UK: Oxford University Press.

Damayanti, N. (2014). Gaya komunikasi jokowi pada debat politik pilpres 2014, Volume XIV No. 2. Juni 2015, 153–163.

Downe-Wamboldt, B. (1992). Content analysis: Method, applica- tions and issues. Health Care for Women International, 13, 313-321.

Forman, J., & Damschroder, L. (2007). Qualitative Content Analysis. Advances in Bioethics, 11(August), 39–62. https://doi.org/10.1016/S1479-3709(07)11003-7.

Gerodimos, R., & Justinussen, J. (2015). Obama’s 2012 Facebook Campaign: Political Communication in the Age of the Like Button. Journal of Information Technology and Politics, 12(2), 113–132. https://doi.org/10.1080/19331681.2014.982266.

Juditha, C. (2017). Hatespeech Di Media Online : Kasus Pilkada Dki Jakarta 2017. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 21(2).

Juditha, C., Besar, B., Komunikasi, P., & Makassar, B. (2015). Fenomena Trending Topic Di Twitter : Analisis Wacana Twit # Savehajilulung Trending Topic Phenomenon on Twitter : Discourse Analysis of Tweet # Savehajilulung, 16(2), 138–154.

Katz, E., Blumler, J., & Gurevitch, M. (1973). Uses and Gratifications Research. The Public Opinion Quarterly, 37(4), 509-523.

Kumalasari, F., & Ahyani, L. N. (2012). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Penyesuaian Diri Remaja Di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi Pitutur, 1(1), 21–31. https://doi.org/10.1210/jc.2007-2576.

Kusrini, W., & Prihartanti, N. (2014). Hubungan Dukungan Sosial dan Keperceyaan Diri Dengan Prestasi Bahasa Inggris Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Boyolali. Jurnal Penelitian Humaniora, 15(2), 131–140.

Lucía, A., & Ramos, M. (2018). The 2016 U . S . Presidential Debates : A Discourse Analysis Approach.

Martella, A. (2017). Define the populist political communication style: the case of Italian political leaders on Twitter AU - Bracciale, Roberta. Information, Communication & Society, 20(9), 1310–1329. https://doi.org/10.1080/1369118X.2017.1328522.

Marwick, A. E., & Boyd, D. (2011). I tweet honestly, I tweet passionately: Twitter users, context collapse, and the imagined audience. New Media and Society, 13(1), 114–133. https://doi.org/10.1177/1461444810365313.

Norton, R. (1978). Foundation of a communicator style construct. Human Communi- cation Research, 4,99⫺112.

Park, C. S. (2013). Does Twitter motivate involvement in politics? Tweeting, opinion leadership, and political engagement. Computers in Human Behavior, 29(4), 1641–1648. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.01.044.

Prayitno, A.T. (2005). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Self Efficacy Pada Tuna Rungu. Skripsi. Semarang: Fakultas Psikologi Unika.

Rensi, & Sugiarti, L. R. (2017). Dukungan Sosial, Konsep Diri, dan Prestasi Belajar Siswa SMP Kristen YSKI Semarang. Jurnal Psikologi, 3(2), 148–153.

Rooduijn, M. (2014). The mesmerizing message: The diffusion of populism in public debates in Western European media. Political Studies, 62(4), 726–744.

Statista. (2019). Number of monthly active Twitter users worldwide from 1st quarter 2010 to 3rd quarter 2018 (in millions). Diakses dari website: https://www.statista.com/statistics/282087/number-of-monthly-active-twitter-users/, pada 28 Januari 2019.

Schreier, M. (2012). Qualitative content analysis in practice. Thousand Oaks, CA: Sage

Smet, B. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: Gramedia.

Tumasjan, A., Sprenger, T. O., Sandner, P. G., & Welpe, I. M. (2010). Predicting Elections with Twitter: What 140 Characters Reveal About Political Sentiment. Association for the Advancement of Artificial Intelligence, 178-185.

Twitter. (2017). Tweet Activity Dashboard | Twitter Help Center. Retrieved November 01, 2017, from https:// support.twitter.com/articles/20171990.

Waldherr, A., & Muck, P. M. (2011). Towards an integrative approach to communication styles: The interpersonal circumplex and the five-factor theory of personality as frames of reference. Communications, 36(1), 1–27. https://doi.org/10.1515/COMM.2011.001.

Van Dijk, T. (2008). Discourse and Power. New York: Macmillan.




DOI: http://dx.doi.org/10.31445/jskm.2019.1982

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

  Find us at Crossref   Portal Garuda   Sinta (Science and Technology Index)
Google Scholar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.