PRESENTASI DIRI DALAM MEDIA SOSIAL PATH

Christiany Juditha

Abstract

Media sosial saat ini telah banyak merubah perilaku penggunanya. Kebanyakan orang tidak bisa lagi hidup tanpa beraktivitas di media sosial, karena dianggap berjasa dalam menjalin komunikasi, mencari informasi, mencari teman hingga eksistensi diri. Namun hal ini juga menimbulkan masalah baru antara lain tumbuhnya perilaku narsisme yang tidak terkendali dan berlaku universal dan presentasi diri yang berlebihan. Sehinggga penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran presentasi diri pengguna Path. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan sebagian besar responden mempresentasikan diri mereka secara normal namun ada juga melakukannya secara aktif (berlebihan). Presentasi diri dengan tema “umum” (kumpul bersama teman-teman, mengunggah gambar disertai kalimat-kalimat bijak/humor) serta “kuliner” merupakan yang paling banyak diunggah pengguna Path. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Path merupakan media sosial yang dimanfaatkan secara bebas sekaligus terbatas (hanya bagi orang-orang terdekat saja) untuk berbagai aktivitas dan merupakan salah satu cara yang paling dominan untuk mempresentasikan diri.

Keywords


Presentasi diri; media sosial; Path;


References

Angelique, N. (2013). Inilah Dampak Buruk Sosial Media Bagi Kehidupan Manusia Hasil Penelitian Baru. Diakses pada tanggal 17 Maret 2014 dari: http://www.memobee.com/inilah-dampak-buruk-sosialmedia-bagi-kehidupan-manusiahasil-penelitian-baru-1454-myreview.html.

Boyer, L., Brunner, B.R., Charles, T., & Coleman, P. (2006). Managing Impessions in Avirtual Environment: Is Ethnic Diversity

a Self-Presentation Strategy for Colleges and Universities. Journal of Computer-Mediated Communication, Volume 12(1), halaman 1-15.4.

Caisari, T.H. (2014). Fenomena Penggunaann Path sebagai

Ajang Menunjukkan Eksistensi Diri. Skripsi, Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik, Semarang: Universitas Diponegoro.

Desyana, C. (2014). Ceo Path : Pengguna Indonesia Nomor 1 di

Dunia. Diakses pada tanggal 18 Maret 2014 dari:

http://www.tempo.co/read/news/2014/02/25/072557422/CEOPath-Pengguna-IndonesiaNomor-1-di-Dunia/1/1.

Dominick, J.R. (1999). Who Do You Think You Are? Personal Home

Page and Self-Presentation on the World Wide Web. Journalism

and Mass Communication Quarterly Winter, halaman 646-658.

Donald, B. (2011). Social network Path announces more ways to share. Diakses pada tanggal 17 Maret 2014 dari: http://news.yahoo.com/socialnetwork-path-announces-moreways-share-050517313.html?soc_src=copy.

Dwyer, C. (2007). Digital Relationships in the ‘MySpace’ Generation: Results From a Qualitative Study. Article presented at the 40th Hawaii International Conference on System Sciences (HICSS) (hal. 19-19). Waikoloa, Hawaii: IEEE.

Goffman, E. (1959). The Presentation ofSelf in Everyday Life. Garden City, New York: Doubleday.

Haraway, D. (1991). Simians, Cyborg, and Women: the Reinvention of Nature. New York: Routledge.

Kartika, U. (2013). Kecanduan Media Sosial Kurangi Rasa Bahagian. Diakses pada tanggal 17 Maret 2014 dari: http://health. kompas.com/read /2013/08/16/0833528/.

Lister, M., Dovey, J., Giddings S., Grant, I., & Kelly, K. (2009).

New Media: a Critical Introductio (2nd ed.). New York: Routledge.

Martono, N. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif : Analisis Isi dan

Analisis Data Sekunder. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Marwick, A.E. & Boyd, D. (2010). I Tweet Honestly, I Tweet

Passionately: Twitter Users, Context Collapse, and The Imagined Audience. New Media & Society, XX(X), halaman 1-20. Los Angeles: Sage Publications.

Mayfield, A.( 2008). What is Social Media. Diakses pada tanggal 10

April 2014 dari: http://www.icrossing.com/sites/default/files/what-is-social-mediauk.pdf.

McLuhan, M. (1965). Understanding Media: The Extensions of Man.

New York: McGraw-Hill Book. Media Sosial Buat Kualitas Otak

Menurun.(2014). Diakses pada tanggal 18 Maret 2014 dari: http://hiburan.teraspos.com/read/2014/02/06/77861/media-sosialbuat-kualitas-otakmenurun#sthash.ztcCiqlX.dpuf.

Papacharissi, Z. (2002). The Presentation of Self in Virtual

Life: Characteristics of Personal Home Page. Journalism and Mass Communication Quarterly Autumn, halaman 643-660.

Riyanti, A. (2010). Fenomena Penggunaan Situs Jejaring Sosial

Facebook Sebagai Ajang Penampilan Diri. Tesis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Semarang: Universitas Diponegoro.

Turkle, S. (1997). Construction and Reconstructions of Self in Virtual Reality: Playing in the MUDs, in Culture of the Internet. (Ed.) Sara Kiesler. Mahwah, New Jersey: Erlbaum.

Van Dijk, J. (2006). The Network Society. (2nd ed.). London: Sage

Publications.

Widiani, R. (2013). Efek Positif dan Negatif Terlalu Sering Narsis di

Media Sosial. Diakses pada tanggal 18 Maret 2014 dari: http://www.tribunnews.com/kesehatan/2013/12/18/ efek-positifdan-negatif-terlalu-sering-narsisdi-media-sosial.

Zulfikar, M. (2014). Pengamat: Sosial Media Tidak Bisa Dilawan

Sekalipun di Negara Otoriter. Diakses pada tanggal 17 Maret 2014 dari: http://www.tribunnews.com/nasional/2014/02/22/pengamatsosial-media-tidak-bisa-dilawansekalipun-di-negara-ototriter.




DOI: http://dx.doi.org/10.31346/jpkp.v15i1.1316

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.