PERAN LEMBAGA PENYIARAN RADIO REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI SABUK PENGAMANAN INFORMASI DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN NATUNA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Ali Murtadha

Abstract

Wilayah perbatasan adalah daerah atau wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Negara luar, di Indonesia,  titik daerah perbatasan dengan Negara tetangga banyak hal ini disebabkan karena banyaknya pulau-pulau dan sebahagian wilayah perbatasan ada  tidak dapat menikmati siaran Radio  Republik Indonesia karena keterbatasan pemancar radio, dengan demikian di khawatirkan masyarakat perbatasan terbiasa menikmati siaran luar negeri akibatnya masyarakat perbatasan lebih mengenal tokoh / pejabat luar negeri, menyebabkan tergerosnya nilai-nilai budaya bangsa, jati diri bangsa, idiologi Negara dan Negara kesatuan Republik Indonesia. Untuk mengantisipasi dampak siaran asing ketua LP- RRI Parna Hadi mendeklarasikan RRI sebagai sambuk pengaman informasi di wilayah perbatasan untuk menyamakan persepsi masyarakat perbatasan. Dalam memperoleh data tersebut menggunakan metode kwalitatif deskriptif yaitu dengan mengadakan wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman pertanyaan kepada beberapa tokoh agama, pendidikan, masyarakat sebagai nara sumber yang mana hasil dilapangan diperoleh bahwa masyarakat perbatasan hanya menikmati lagu-lagu sebagai hiburan karena masyarakatnya serumpun dan tidak mempengaruhi idiologi bangsa, jati diri maupun NKRI. Karena antara masyarakat perbatasan dengan Negara jiran sangat jauh dan berbatasan dengan  laut bukan berbatasan dengan  daratan. 


Keywords


sabuk pengaman informasi, lembaga penyiaran radio


References

Akhadiah Sabarti, (1986), Pendidikan Kewiraan Universitas Terbuka, Jakarta.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau

Badan Koodinasi Survei Pemetaan Nasional Provinsi Kalimantan Barat 2007 Atlas Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat.

Kholil, Syukur. (2006). Metodologi Penelitian Komunikasi, Cita Pustaka Media, Bandung.

--------- (2011). Teori Komunikasi Massa, Cita Pustaka Medi Bandung.

Lembaga Informasi Nasional. (2003), UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran, Jakarta.

Lubis Swandi. (1988). Metodologi Penelitian Komunikasi, USU, Medan.

Marison. (2008). Manajemen Media Penyiaran, Strategi Mengelola Radi dan Televisi, Jakarta Pranada Media Grup.

------------, (2010). Teori Komunikasi Massa (Bogor : Ghalia Indonesia).

Rencana Strategis (Rensra) tahun 2008-2013 Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerja sama Provinsi Kalimantan Barat.

Natuna dalam angka tahun 2013 - Badan Pusat Statistik Kabupaten Natuna.

Kebijakan Penyelenggaraan di bidang Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Laporan DRAFT Akhir. (2012). Studi Potensi dan Prospek Pengembangan Pulau Kecil Terluar wilayah perbatasan, Badan Perbatasan Kab. Natuna

Pedoman Penyelenggara Siaran Program Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Direktorat Program dan Produksi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Tahun 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.31346/jpkp.v15i2.1327

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.