TWITTER DAN RUANG PUBLIK PEMERINTAHAN LOKAL YANG PARTISIPATIF (Telaah atas Komunikasi Politik Ridwan Kamil Melalui Twitter)

Muhammad Sufyan Abdurrahman

Abstract

Kehadiran teknologi baru, sebagaimana konsep dasar teknologi sejak zaman pra-sejarah, umumnya akan memberikan kemudahan akses bagi manusia. Teknologi, selain memunculkan konvergensi media dan komunitas maya. Ruang siber, dalam hal ini adalah Twitter mampu membentuk new public sphere (ruang perbincangan publik baru). Pemerintahan modern saat ini, sebagaimana dipraktikkan Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung, memanfaatkan Twitter sebagai media representasi untuk berkomunikasi dengan warga. Lebih jauh dari itu, jika dilakukan secara konsisten dapat membangun partisipasi publik yang kuat, karena hubungan interaksi antara warga negara dan pemimpinnya semakin dekat bahkan tidak berjarak. Sebagaimana argumentasi Marshall McLuhan terkait teori The Global Village (McLuhan, 1962), merupakan antitesis dunia realitas yang berjarak dan berbatas waktu. Teknologi kemudian membiaskan realitas itu. Dalam tulisan ini, melalui pendekatan kualitatif peneliti melihat realitas secara konstruktif, memaknai fenomena sebagaimana yang terlihat oleh indera. Dengan alasan tersebut, penelitian ini difokuskan memberikan penjelasan tentang komunikasi politik melalui Twitter sebagai solusi partisipasi masyarakat, sosialisasi komunikatif, dan ruang diskusi yang terbuka. 


Keywords


Twitter, Ruang Publik, Pemerintahan Partisipatif


References

Allen, V.L. (1995). Power in Trade Union. London: Longman

Bolter, J. D. & Grusin. (1999). Remediation: Understanding new media, Cambridge, MA: MIT Press.

Castells, Manuel. (2001). The Rise of The Network Society. Oxford: Blackwell

Fanz Magnis-Suseno. (1987). Etika Politik Prinsip-prinsip Moral dasar Kenegaraan Modern, PT. Gramedia, Jakarta

Geertz, Clifford. (1992). Politik Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius

Heidegger, Martin. (1982). The Question Concerning Technology. HarperCollins.

Hidayat,Taufik. (2007). Ilmu Komunikasi dan Sistem Politik. Jakarta: Qisthi Press

Kraidy, M. M. (2009). Reality Television and Arab Politics: Contention in Public Life. Cambridge, UK and New York: Cambridge University Press.

Kraydi, Marwan M. (2011). Hipermedia Space and Global Communication, Annenberg: the Universtity of Pennsylvania Press

Miriam Budiardjo, ed. (1981). Partisipasi dan Partai Politik, PT. Gramedia, Jakarta

Marbun, B.N. (2007). Kamus Politik. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Nimo, Dan. (1993). Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan dan Media. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Postman, Neil. (1998). Five Things We Need to Know About Technological Change.

Postman, Neil. (1986). Amusing Ourselves to Death: Public Discourse in The Age of Show Business. Penguin Books.

Putra, Dedi Kurnia Syah. (2012). Media dan Politik. Yogyakarta: Graha Ilmu

Philipus M. Hadjon. (1987). Perlindungan Hukum Bagi Rakyat di Indonesia, PT Bina Ilmu, Surabaya.

Reade, H.M. (1982). Political Theory. London: Sage Publishing.

Sreberny-Mohammadi, A. & Mohammadi, A. (1994). Small Media, Big Revolution: Communication, Culture, and the Iranian Revolution. Minneapolis: University of Minnesota Press.

Yuri Navruzov, Aidan Rose, dan Wendy Shelley. (2000). Role of Partnership in Modern Local Government. Paper dalam Eighth Annual Conference of the Network of Institutes and Schools of Public Administration in Central and Eastern Europe.




DOI: http://dx.doi.org/10.31346/jpkp.v15i2.1332

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.