POLA KOMUNIKASI PROSTITUSI DARING DI TWITTER

Yayat Hadiyat

Abstract

Hadirnya teknologi mengubah cara orang untuk berkomunikasi yang dulu hanya bisa bertatap muka secara langsung namun kini dapat pula berkomunikasi dengan perantara teknologi (computer-mediated communication). Perubahan ini salah satunya dapat dilihat dari pola komunikasi prostitusi yang memanfaatkan media sosial Twitter untuk berpromosi dan mencari pelanggan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi virtual. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi pelaku prostitusi online di Twitter cenderung satu arah yang terjadi pada level meso. Tweet yang diunggah kebanyakan hanya promosi terkait jasa yang ditawarkan. Komunikasi level meso ini bercampur pula dengan komunikasi level makro dengan menampilkan hastag atau tagar (tanda pagar) untuk mempermudah pencarian oleh calon pelanggannya. Tidak banyak komunikasi pada level mikro karena hubungan antara follower dan followee prostitusi online tidak begitu intim karena hanya terkait dengan bisnis.





DOI: http://dx.doi.org/10.31346/jpikom.v18i2.1219

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.