TELEVISI LOKAL DAN KONTEN KEARIFAN LOKAL (STUDI KASUS DI SINDO TV KENDARI)

Christiany Juditha

Abstract

Kehadiran televisi lokal merupakan upaya mengakomodasi demokrasi penyiaran, yakni otonomi publik, keberagaman konten dan keberagaman kepemilikan. Salah satu pokok pikiran dari amanah ini terkait konten dengan kearifan lokal yang harus diberi porsi lebih besar. Kenyataannya masalah yang dihadapi televisi lokal saat ini antara lain persaingan antar lembaga penyiaran, sumber daya manusia serta infrastruktur yang kurang memadai menjadikan televisi lokal mengalami banyak hambatan dalam proses produksi konten lokal. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang produksi konten berbasis kearifan lokal di Sindo TV Kendari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Sindo TV Kendari telah memproduksi dan menyiarkan program-program yang sarat dengan kearifan lokal diantaranya berita-berita lokal, Ragam Sultra (program acara budaya Sulawesi Tenggara) dan pembuatan film lokal dokumenter. Namun ada juga kendala yang ditemui dalam proses produksi konten lokal berkearifan lokal. Di mana banyaknya lembaga penyiaran lokal lainnya di kota Kendari menjadi tantangan tersendiri bagi Sindo TV Kendari. Namun hal tersebut dianggap sebagai pemicu untuk menciptakan kemasan lokal yang lebih baik dan menarik dibanding televisi lokal lainnya. 


Keywords


Konten Lokal, Kearifan Lokal, Televisi Lokal, Sindo TV Kendari


References

Abdullah, I., dkk. (2008). Agama dan Kearifan Lokal dalam Tantangan Global. Yogyakarta: Sekolah Pascasarjana UGM dan Pustaka Pelajar.

Adi, T. N. (2009). Strategi Mengemas Identitas Lokal dalam Mengembangkan Televisi Lokal. Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal (hal. 891-902). Diakses pada 25 Maret 2015 dari http://www.komunikasi.unsoed.ac.id.

Asmar, M. N. (2011). Motivasi, Pola, Dan Kepuasan Menonton Televisi Lokal Serta Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Skripsi, Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB).

Bhattacharjee, K. and Mendel, T. (2001). Local Content Rules in Broadcasting. Diakses pada 23 Maret 2015 dari http://www.article19.org/data/files/pdfs/publications/local-content-rules.pdf.

Burton, G. (2011). Memperbicangkan Televisi: Sebuah Pengantar Kajian Televisi. (Terj.) Laily Rahmawati, Yogyakarta: Jalasutra.

Claretta, D. (2012). Televisi Swasta Jawa Timur dan Kuantitas Program Bermuatan Lokal: Studi Kasus Televisi Lokal di Surabaya. Diakses pada 23 Maret 2015 dari http://eprints.upnjatim.ac.id/3187/1/8_Televisi_Swasta_Jawa_Timur_dan_Kualitas_Program_Bermuatan_Lokal_-_Studi_Kasus_Televisi_Lokal_di_Surabaya.pdf.

Habba, J. (2007). Analisis SWOT Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso. Jakarta: ICIP.

Haryati. (2013). Televisi Lokal dalam Representasi Identitas Budaya. Jurnal Observasi, Vol. 11(1).

Khan, A. W. (2012). Access To Knowledge, Open Access, Cultural And Linguistic Diversity, Local Content. Makalah dalam Promoting Local Content. UNESCO WSIS PrepCom II Multi-stakeholder Roundtable No. 2.

Koran Sindo. (2014). SindoTV, Televisi Nasional Berjaringan Terbesar. Diakses pada 24 Maret 2015 dari http://www.koran-sindo.com/read/937813/149/sindotv-televisi-nasional-berjaringan-terbesar-1418696565

Mashud, R. (2013). Pola Menonton Televisi Lokal pada Pemirsa di Kota Makassar. Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Makassar: Universitas Hasanuddin. Diakses pada 26 Maret 2015 dari http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789

Nielsen. (2011). Tingkat Konsumsi Media Lokal di 10 kota besar di Indonesia. Diakses pada 23 Maret 2015 dari http://www.agbnielsen.net/whereweare/dynPage.asp?lang=local&country=indonesia&id=321.

Nurhidayah. (2011). Proporsionalitas Tayangan Local Wisdom (Kearifan Lokal) Jawa Tengah di Stasiun Televisi Borobudur Semarang (Analisis Perspektif Dakwah). Skripsi, Fakultas Dakwah, Semarang: Institut Agama

Islam Negeri Walisongo. Diakses pada 25 Maret 2015 dari http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/116/jtptiain-gdl-nurhidayah-5779-1-071211043.pdf.

Nurudin. (2000). Televisi Agama Baru Masyarakat Modern. Malang: UMM Press.

Nurudin. (2011). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Tahun 2009.

Peraturan Menteri Kominfo No 43 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Penyiaran melalui Sistem Stasiun Jaringan oleh Lembaga Penyiaran Swasta Jasa Penyiaran Televisi.

Ridwan, N.A. (2007). Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Study Islam dan Budaya, Vol. 5 (1), hal. 27-38.

Setiawan, H. K., Renta V. H., & Raharsono, A.L.S. (2012). Promosi Seni Budaya dan Kearifan Lokal Wilayah Kabupaten Jember Melalui Televisi Lokal. Skripsi, Fakultas Sastra, Jember: Universitas Jember. Diakses pada 23 Maret 2015 dari http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/58517/artikel%20untuk%20jurnal.pdf?sequence=1.

Sibarani, R. (2013). Pembentukan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Diakses pada 24 Maret 2015 dari http://www.museum.pusaka-nias.org/2013/02/pembentukan-karakter-berbasis-kearifanhtml

SindoTV.com. (2007). Diakses pada 24 Maret 2015 dari http://www.sindotv.com/profile

Sugiyono. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran.

Wirodono, Suhardian. (2006). Matikan TV-mu. Yogjakarta: Resist Book.

Yin, Robert K. (2012). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo.

Zakbah. (1997). Peranan Media Massa Lokal Bagi Pembinaan Dan Pengembangan Budaya Daerah Riau. Tanjung Pinang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.




DOI: http://dx.doi.org/10.31346/jpkp.v16i1.1337

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.