EDUKASI KEMITRAAN AJI, GOOGLE NEWS INITIATIVE, DAN INTERNEWS DALAM PENCEGAHAN INFORMASI HOAKS

Kencana Ariestyani, Atika Budhi Utami

Abstract

Hoaks adalah informasi salah yang sengaja disebarkan sebagai sebuah kebenaran atau fakta. Hoaks menyebar melalui beragam platform percakapan di dunia maya. Tidak seperti media massa yang menyebarkan informasi melalui proses gatekeeping, media sosial tidak melewati proses yang sama. Akibatnya, ribuan informasi menyebar dengan cepat. Hoaks juga dapat tersebar melalui media massa. Jurnalis sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan khalayak yang mengonsumsi informasi tersebut harus mampu berpikir kritis agar dapat membedakan hoaks dengan fakta yang benar. Upaya penangkalan informasi hoaks yang  semakin masif dapat lebih efektif dilakukan melalui program kemitraan, yakni menyelenggarakan pelatihan bagi para jurnalis dan workshop untuk masyarakat nonjurnalis, seperti yang dilakukan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerja sama dengan Google News Initiative dan Internews. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan pengumpulan data primer melalui unstructured in-depth interview terkait kemitraan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis edukasi berbasis kemitraan sebagai upaya pencegahan informasi hoaks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan dalam penangkalan informasi hoaks menciptakan sinergi baru sehingga tujuan dapat tercapai dengan lebih tepat. Media massa perlu lebih kritis dan berhati-hati saat mendapatkan informasi berupa foto dan video dengan melakukan verifikasi menggunakan beragam tools, salah satunya yang tersedia di Google.


Keywords


Hoaks, Misinformasi, Disinformasi, Verifikasi, Kemitraan


References

Amal Nur Ngazis. (Rabu, 27 Juni 2018). Google Ikut 'Main' di Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019. Diakses pada tanggal 8 November 2018, dari https://www.viva.co.id/digital/digilife/1048350-google-ikut-main-di-pilkada-serentak-2018-dan-pilpres-2019 – Diakses: 8 November 2018

Bhaskaran, H., Mishra, H., Nair, P. (2017). Contextualizing Fake News in Post-truth Era: Journalism Education in India. Asia Pacific Media Educator, 27(1), 41-50. DOI: 10.1177/1326365X17702277

CCF National Resource Center dengan asistensi dari Mark Publow. (2010). Partnerships: Frameworks for Working Together. Buku panduan.

Fallis, D. (2015). What Is Disinformation?. Library Trends, Vol. 63, No. 3, 401–426. Diakses pada tanggal 15 November 2018, dari https://www.ideals.illinois.edu/bitstream/handle/2142/89818/63.3.fallis.pdf?sequence=2

Fitzpatrick, N. (2018). Media Manipulation 2.0: The Impact of Social Media on News, Competition, and Accuracy. Athens Journal of Mass Media and Communications, Vol. 4 (1), 45-61. Diakses pada tanggal 23 Juni 2018, dari https://www.athensjournals.gr/media/2018-4-1-3-Fitzpatrick.pdf - media manipulation 2.0

Gunawan, M. K., Wijaya, A., Salma., & Idrus A. H. (2018). Handling of Hoax Messages from the Legal Perspective: A Comparative Study between Indonesia and Singapore. International Journal of Global Community, Volume I (2) July, 2018, 125-140. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari http://journal.riksawan.com/index.php/IJGC/article/download/23/17

Juliswara, V. (2017). Mengembangkan Model Literasi Media yang Berkebhinnekaan dalam Menganalisis Informasi Palsu (Hoax) di Media Sosial. Jurnal Pemikiran Sosiologi, Volume 4 No. 2, 142-164. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari https://jurnal.ugm.ac.id/jps/article/download/28586/pdf

Kamil, M. (2006). Strategi Kemitraan Dalam Membangun PNF Melalui Pemberdayaan Masyarakat (Model, keunggulan dan kelemahan). Diakses pada tanggal 8 November 2018, dari http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_SEKOLAH/196111091987031001-MUSTOFA_KAMIL/Kemitraan_strategi.pdf

Martens, B., Aguiar, L., Gomez-Herrera, E., dan Mueller-Langer, F. (2018). The digital transformation of news media and the rise of disinformation and fake news - An economic perspective; Digital Economy Working Paper 2018-02; JRC Technical Reports. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2018, dari https://ec.europa.eu/jrc/communities/sites/jrccties/files/dewp_201802_digital_transformation_of_news_media_and_the_rise_of_fake_news_final_180418.pdf

Masyarakat Telematika Indonesia. (13 Februari 2017). Hasil survei MASTEL Tentang Wabah Hoax Nasional. Diakses pada tanggal 26 Oktober 2018, dari https://www.bkkbn.go.id/po-content/uploads/Infografis_Hasil_Survey_MASTEL_tentang_Wabah_Hoax_Nasional.pdf

Muhtadiah, D. ––––. Peran Jurnalisme Profetik Menghadapi Hoax. Hal. 36-55. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/tabligh/article/download/4701/4252

Neuman, W. Lawrence. (2014). Qualitative and Quantitative Approaches. 7th Edition. Essex: Pearson Education Limited.

Nugroho, S. E. (2017). Upaya Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Mengembalikan Jatidiri Bangsa dengan Gerakan Anti Hoax. Prosiding Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia: Vol. 2, No. 1, 2017, 1-4. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari http://proceedings.psikologi.uhamka.ac.id/index.php/prosiding/article/viewFile/231/2

Pine, R. (2002). Private and Public Sector Partnership in Tourism Development. Chapter & Papers based on the Proceeding of the East Asia Inter-Regional Tourism Forum 2003. Wiendu Nuryanti & Won-Gyu Hwang (Ed). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pramanda, A. Y., Muchtarom, M., Rima., Hartanto. (2018). Penguatan Etika Digital Pada Siswa Untuk Menanggulangi Penyebaran Berita Bohong (Hoax) Di Media Sosial Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. PAEDAGOGIA Jurnal Penelitian Pendidikan: Vol. 21 No. 2, Agustus 2018, 1-13. DOI: 10.20961/paedagogia.v21i2.23922

Prasetyo, Y. A. (2017). Profesional, Abal-Abal, dan Hoax. Jurnal Dewan Pers, edisi 14, 11-20.

Rahadi, D. R. (2017). Perilaku Pengguna Dan Informasi Hoax Di Media Sosial. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol.5 (1), 58-70. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari http://jurnal.unmer.ac.id/index.php/jmdk/article/download/1342/933

Rochmanuddin. (7 Januari 2017). Darimana Asal Usul Hoax? Diakses 17 November 2018, dari https://www.liputan6.com/news/read/2820443/darimana-asal-usul-hoax

Saputro, G. E., Haryadi, T. (2018). Edukasi Kampanye Anti Hoax Melalui Komik Strip. Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan: Vol. 03 No. 02, September 2018, 94-111. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari http://journals.telkomuniversity.ac.id/demandia/article/download/1550/884

Siswoko, K. H. (2017). Kebijakan Pemerintah Menangkal Penyebaran Berita Palsu atau ‘Hoax’. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni: Vol. 1, No. 1, April 2017, 13-19. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari https://journal.untar.ac.id/index.php/jmishumsen/article/download/330/272

Tio, Rachmadin Ismail, Ardhana Pragota. (1 June 2017). Sejarah Hoaks dan Andilnya dari Masa ke Masa. Diakses pada tanggal 17 November 2018, dari https://kumparan.com/@kumparantech/sejarah-hoaks-dan-andilnya-dari-masa-ke-masa

Tuten, T. L., Urban, D. J. (2001). An Expanded Model of Business-to-Business Partnership Formation and Success. Industrial Marketing Management: 30, 2001, 149–164. Elsevier Science Inc. Diakses pada tanggal 8 November 2018, dari https://pdfs.semanticscholar.org/d38c/cb103f2dd891c780e763122eb1710da53e4b.pdf

Yin, Robert K. (2009). Case Study Research: Design and Methods. 4th Edition. California: Sage Publications Inc.

Yuliarti, M. S. (2018). Hoax and New Media: Content Analysis of News About Hoax in www.viva.co.id. Jurnal Komunikasi Malaysian Journal of Communication: Jilid 34 (3), 2018, 258-270. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2018-3403-15

Zannettou, S., Sirivianos, M., Blackburnz, J., Kourtellis, N. (2018). The Web of False Information: Rumors, Fake News, Hoaxes, Clickbait, and Various Other Shenanigans. Diakses pada tanggal 16 November 2018, dari https://www.researchgate.net/publication/324419031_The_Web_of_False_Information_Rumors_Fake_News_Hoaxes_Clickbait_and_Various_Other_Shenanigans




DOI: http://dx.doi.org/10.31346/jpikom.v22i1.2396

Refbacks



indexed by:

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.